Poso Banjir Darah

Poso Banjir Darah, Rakyat Ketakutan”; Baku Tembak Polisi Vs Sipil Bersenjata, 10 Orang Tewas, Rakyat Ketakutan
posomencekam.JPG

Kontak tembak polisi vs kelompok bersenjata di Poso terjadi sepanjang hari kemarin. Sejak pagi hari, suasana di kota itu lengang mencekam. Sebagian warga mengungsi dan sebagian lagi menutup pintu rumahnya rapat-rapat. 10 orang tewas dan 21 luka-luka akibat perang tersebut.

BAKU tembak terjadi mulai pukul 08.00 pagi di seputaran Jalan Pulau Irian Jaya, Pulau Se­ram, Pulau Morotai, Pulau Madura, Pulau Jawa I dan II, serta di perbukitan Tanah Runtuh dan Kayamanya 10 orang tewas berasal dari 9 orang kelompok bersenjata dan 1 anggota kesatuan Brimob. Sementara 21 korban luka-luka berasal dari 18 orang kelompok bersenjata, dan 3 orang anggota Brimob.

Baku tembak masih terdengar hingga ma­lam tadi. Saat kontak tembak terjadi se­panjang siang hari, kondisi Poso be­nar-benar lengang. Aktivitas ma­sya­ra­kat lumpuh total. Kantor, sekolah, dan pasar plus tempat perbelanjaan ma­sya­rakat tutup terkunci. Sekolahan yang semp­at buka (karena tidak tahu ada peng­grebekan, red) guru-gurunya sem­pat panik untuk membubarkan anak muridnya.

“Kacau. Bagaimana ini anak-anak. Ka­mi tidak tau kalau mo ribut begini. Ja­di sekolah tidak diliburkan,” gumam se­orang wali murid yang terlihat bi­ngung menyaksikan murid-muridnya yang ketakutan mendengar bom dan ren­te­tan senjata.

Hal serupa terjadi di kantor dan pasar sentral Poso. Nampak pegawai dan ma­sya­rakat tunggang-langgang me­ning­galkan aktifitasnya masing-ma­sing. “Saya tidak mau kena tembak. Le­bih baik pulang saja,” sebut Marni, yang terlihat bergegas meninggalkan pa­sar dengan wajah pucat pasi. Pa­da­hal, ibu yang mengaku telah beranak cu­cu ini, ke pasar hendak belanja ke­bu­tuhan rumah tangganya. Terlanjur ka­cau, ibu 50-an tahun ini pulang tanpa mem­bawa hasil belanjaan.

Walaupun tak sehebat siang hari, le­tu­pan tembakan yang sesekali ter­dengar tadi malam membuat sebagian war­ga yang berdomisili di Kel. Ge­bang­re­jo memilih mengungsi. Umum­nya, warga yang ketakutan ini eksodus ke desa tetangga. Ada yang ke Bo­ne­som­pe, Lawanga, dan beberapa desa di wilayah kec. Poso Pesisir, seperti di de­sa Toini, dan Tambarana.

“Ya Allah, ke­napa Poso jadi begini. Kapan hidup ka­mi ini bisa aman dan nyaman..,” keluh seorang ibu dengan meneteskan air mata.

Kapolda Sulteng Brifjen Pol. Ba­dro­din Haiti menjelaskan, dari 9 korban j­iwa kelompok bersenjata Poso, baru dua yang berhasil teridentifikasi. Ke­duanya adalah, Firman Kayamanya dan Kumaa Pasar Sentral.

Sementara itu, 1 korban tewas dan 3 luka lainnya dari anggota Brimob Polri sudah diketahui identitasnya. “Yang tewas Bripda Roni Iskandar. Dan yang lu­ka-luka Bribda I Wayan Pande, Brip­da Masdikan, dan Brigadir Kosmos,” urai Badrodin.

Selain berhasil melumpuhkan dan membekuk hidup belasan anggota ke­lompok bersenjata, dalam operasi ke­marin polisi juga berhasil menyita ri­bu­an amunisi dan puluhan bom plus de­tonator. “Amunisi, senjata, dan han­dak yang disita jumlahnya sangat ba­nyak. Belum sempat dihitung jumlah dan dirinci jenisnya. Ada yang organik, ada juga yang rakitan. Lihat sendiri saja itu…,” beber Badrodin, sambil me­nun­juk ke arah barang bukti yang di­gelar di ruang tunggu Kapolres Poso.

Kapolda Sulteng juga menjelaskan kro­nologis peristiwa baku tembak. Ka­tanya, kejadian bermula ketika aparat gabungan Densus 88 anti teror Mabes Polri-Polda Sulteng dan pasukan Bri­mob hendak menggrebek 19 DPO (daftar pencarian orang) yang masih diburu. Pasukan yang mulai masuk ke wilayah Gebangrejo, direspon dengan lemparan batu, serta suara tembakan dari sekelompok orang. ‘’Dari situlah terjadi kontak tembak,” cerita Ba­drodin.

Menurut Badrodin, pasca peng­gre­be­kan Kamis (11/1) lalu, DPO-DPO yang belum tertangkap telah berhasil memo­bilisasi sejumlah orang yang ber­asal dari luar Poso. Ada yang dari Palu, Pa­rigi, Ampana, Malino, dan se­ba­gian dari Jawa. (sumber: rakyatmerdeka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: