kecelakaan adam air

Adam Air Penerbangan KI-574 adalah sebuah penerbangan domestik terjadwal Adam Air jurusan SurabayaManado, yang sebelum transit di Surabaya berasal dari Jakarta, yang hilang dalam penerbangan.[1] Bertentangan dengan laporan keliru sebelumnya, pesawat sampai saat ini masih berstatus hilangPesawat

Pesawat terbang yang nahas tersebut, jenis Boeing 737-400 buatan tahun 1990 bernomor registrasi PK-KKW [3], telah mendapat evaluasi terakhir tanggal 25 Desember 2005, memiliki waktu terbang 45,371 jam, dan telah digunakan oleh 8 maskapai penerbangan berbeda[4]. Pihak Adam Air menyatakan bahwa pesawat masih bisa dipakai 12 tahun lagi.[5]

Kronologi terbang

Pesawat lepas landas pada pukul 12.55 WIB dari Bandara Juanda (SUB), Surabaya, Indonesia pada tanggal 1 Januari 2007. Seharusnya pesawat tiba di Bandara Sam Ratulangi (MDC), Manado pukul 16.14 WITA. Pesawat kemudian dilaporkan putus kontak dengan Pengatur lalu-lintas udara (ATC) Bandara Hasanuddin Makasar setelah kontak terakhir pada 14:53 WITA. Pada saat putus kontak, posisi pesawat berada pada jarak 85 mil laut barat laut Kota Makassar pada ketinggian 35.000 kaki.

Pesawat ini membawa 96 orang penumpang. yang terdiri dari 85 dewasa, 7 anak-anak dan 4 bayi. Dipiloti oleh Kapten Refri A. Widodo dan co-pilot Yoga, dan disertai pramugari Verawati Chatarina, Dina Oktarina, Nining Iriyani dan Ratih Sekar Sari.[6]

Pencarian dan evakuasi

Boeing 737-400 milik Adam Air dengan nomor registrasi PK-KKH. Pesawat yang hilang serupa dengan pesawat ini.

Boeing 737-400 milik Adam Air dengan nomor registrasi PK-KKH. Pesawat yang hilang serupa dengan pesawat ini.

Sistem pendeteksi sinyal darurat milik Singapura menginformasikan telah menerima sinyal darurat pesawat pada koordinat 3°13′92″LS, 119°9′17″BT . Sinyal lokator suar darurat pesawat (ELBA) dari pesawat Adam Air kemudian juga diterima oleh radar Bandara Hasanuddin Makasar pada pukul 22:00 WITA tanggal 1 Januari 2007. Keesokan harinya sempat dikabarkan oleh instansi berwenang termasuk Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Koordinator tim SAR Marsekal Udara Pertama Eddy Suyanto bahwa pesawat sudah ditemukan menabrak pegunungan di ketinggian 8.000 kaki di desa Ranguan, provinsi Sulawesi Barat, kurang lebih 250 km dari Makassar. Dari informasi tersebut juga dikabarkan bahwa sudah ditemukan sebanyak 90 korban tewas dan 12 orang lainnya belum ditemukan. Informasi penemuan ini pada malam harinya akhirnya diralat, setelah tim SAR tidak menemukan bangkai pesawat pada lokasi tersebut. Tim SAR akhirnya tertahan di Desa Bulo, Sulawesi Barat.[7] Otoritas kemudian meminta maaf atas kesimpang-siuran.

Tim pencari Indonesia yang menggunakan KRI Fatahillah, pesawat Boeing 737-200 dan GAF Nomad, beberapa helikopter, serta kapal dan pesawat militer yang dilengkapi sonar, dibantu oleh Angkatan Udara Singapura (pesawat Fokker-50), kapal oseanografi Angkatan Laut Amerika Serikat USNS Mary Sears serta sebuah tim pemetaan dari Kanada. Pada 11 Januari horizontal stabilizer pesawat (salah satu bagian dari ekor pesawat) ditemukan seorang nelayan di selatan Pare-pare, sekitar 300km lepas pantai. Selain itu, di sekitar kawasan tersebut juga ditemukan barang-barang lainnya seperti kursi pesawat, jaket keselamatan, dan KTP.

Pada 24 Januari, Mary Sears melaporkan bahwa kotak hitam pesawat, yang terdiri dari perekam data penerbangan (flight data recorder; FDR) dan perekam suara kokpit (cockpit voice recorder; CVR) telah ditemukan di perairan Majene, Sulawesi Barat.[8]

Penumpang

Berikut adalah daftar penumpang sesuai manifest dari Adam Air[9]

  1. Dessy Katarina Paulus[10]
  2. Meilan
  3. Petrasels Umpia
  4. Ronald
  5. Daniel H
  6. Bram Tangahu
  7. Stephanus Gatuwat
  8. Maria J Tolin
  9. Ignatia Gatuwat
  10. Yono
  11. Letkol Bambang Mardianto[11]
  12. Letda Pasaribu
  13. Pilih
  14. Syamsul Arifin
  15. Cici Turangan
  16. Jolly Willem Momongan
  17. Sintje Kalalo (62)[12]
  18. Hans Rumengkan (72)[12]
  19. Allowisius
  20. Ririn
  21. Bobi
  22. Fittorio
  23. Herry Sudaryono
  24. Boy
  25. Ali
  26. Flonia Assa
  27. Melva Wantania[13]
  28. Elmy Wantania[13]
  29. Joppy Wantania[13]
  30. Rendy H[13]
  31. Cindy Wantania[13]
  32. Teofilus Rikesa[14]
  1. Leonardo Pramatya (7)[14]
  2. Feri Trihandayani (25)[14]
  3. Ariston Setyo Widodo (30)[14]
  4. Sri Hartini (60)[14]
  5. Vira K
  6. Marry Karouw[13]
  7. Politton F Nico
  8. Warti
  9. Roisatul Muslimah
  10. Made Dwi
  11. Komang Pradina
  12. Limana Sari Dewi
  13. Fathurrohman
  14. Tuminem
  15. Ellen
  16. Ester Maramis
  17. Lisa Kairupan
  18. Samsuri
  19. Lale Daniel
  20. Nontje Tumbelaka
  21. Ipda Pungky[15]
  22. Ipda Novi Hendrayanto[15]
  23. Jenny Panda
  24. Halim Dedianto[13]
  25. Juneke Tumurang (26)[13]
  26. Jufri
  27. Ferry Kuingo
  28. Lindsey
  29. Stephanie
  30. Scott Jakson
  31. Riane Ester[16]
  32. Darianto FA
  1. Gary[16]
  2. Fajar Jonah (pendeta)[16]
  3. Gabriel[16]
  4. Glenn[16]
  5. Marice S
  6. Wiesye
  7. Inggrid
  8. Milka
  9. Mathew
  10. David
  11. Yahya Kustedjo
  12. Abdulah
  13. Benny Lendo
  14. Bambang Utoyo
  15. Nico R
  16. Annie AA
  17. Khalid Masloman[13]
  18. Ibrahim Lamani[13]
  19. Kristina
  20. Benny
  21. Christina Agatha
  22. Agus
  23. Maya Ismawati
  24. Delon (18 bulan)[16]
  25. Novi Kawengian[16]
  26. Yosbe Kawengian (pendeta)[16]
  27. Arif Budianto
  28. Kolonel Bambang Supriyanto[11]
  29. Bob Susetija Budi (teknisi AdamAir)[17]
  30. Youla Roth Saerang (pendeta)[16]
  31. Ny. Dasilva[16]
  32. Mirechele (19 bulan)[16

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: