korupsi

Korupsi Akibatkan Keterbelakangan

(sumber : http://www.jagat-isu.info)

Upaya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi menemui kendala sehingga korupsi masih saja marak bahkan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Padahal semua tahu bahwa korupsi telah mengakibatkan bangsa ini tertinggal dari bangsa-bangsa lainnya.

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy dalam seminar Anti Korupsi di Kampus Institut Teknologi Bandung beberapa waktu lalu mengatakan, kerugian negara akibat korupsi pada tahun 2006 meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan 2005.

Sedangkan berdasarkan data yang terpantau Indonesian Corruption Watch (ICW), estimasi kerugian negara akibat korupsi juga terus meningkat. Kerugian tahun 2004 sebesar Rp 4,3 triliun, tahun 2005 sebesar Rp 5,3 triliun, dan tahun 2006 sebesar Rp 14,4 triliun.

Lemahnya pengawasan dan penegakan hukum disinyalir menjadi faktor utama penyebab maraknya korupsi. Selama ini, berbagai proyek diluncurkan tanpa diikuti dengan upaya-upaya pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang memadai sehingga setiap proyek tidak berjalan sesuai harapan.

Biaya proyek yang diusulkan dibandingkan dengan dana yang sebenarnya efektif sudah menjadi pembicaraan umum. Sebagian kalangan masyarakat sudah mengetahui adanya perbedaan antara biaya yang dihabiskan dengan biaya efektif. Kondisi itu terjadi di semua level pemerintahan, baik pada tingkat pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten/kota, maupun pemerintah desa/kelurahan.

Ada persoalan besar yang dapat menyebabkan budaya korupsi di tanah air menjadi sulit untuk diberantas. Korupsi dilakukan pelaku secara kolektif tanpa malu atau dilakukan individu tanpa rasa bersalah.

Realitas yang memprihatinkan tersebut tentunya perlu mendapat perhatian serius dari pihak-pihak yang berwenang dalam penanganan korupsi karena budaya korupsi secara signifikan telah menghambat pembangunan dan sangat merugikan rakyat.

Rinny Ramdhika
Perum Pojok Salak Blok P No.21
Jonggol-Bogor
Rinny_2006@plasa.com

Iklan

One Response to korupsi

  1. dee berkata:

    jika korupsi sudah menjadi budaya,maka sesuai dgn teori konstruksi sosial,kita perlu men create suatu konstruksi budaya baru untuk menandingi budaya korupsi tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: