Strategi Pasar

Menguasai Pasar Ala Hegemoni Gramsci

Sebagai negara yang sedang berusaha memulihkan bidang ekonominya, Indonesia dipenuhi dengan persaingan pasar antar perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang maupun perusahaan yang masih dalam taraf permulaan. Persaingan tersebut berada dalam hal bagaimana mencapai suatu posisi sehingga mampu untuk menguasai pasar di tingkat nasional maupun tingkat lokal.

Untuk mencapai hal tersebut, berbagai upaya yang dilakukan oleh perusahaan, berbagai teori dan paham pun ditranspormasi ke dalam dunia usaha mereka, bahkan kerap kali terjadi persaingan yang tidak sehat, yaitu saling menjatuhkan. Fenomena tersebut dapat dilihat pada iklan yang dimuat di media, baik di media cetak maupun elektronik. Keadaan tersebut seakan sudah menjadi langkah yang halal dimata para “Pemburu Pasar” dan yang penting bagi mereka adalah bagaimana supaya perusahaan tetap eksis dan dapat merebut hati para konsumen.

Namun, yang terpenting dan diharapkan sebenarnya disini adalah persaingan yang sehat antar perusahaan dalam merebut pasar, sehingga perusahaan-perusahaan yang ada dapat memiliki kesuksean ganda, yaitu kesuksesan dalam menerapkan persaingan sehat dan kesuksesan dalam merebut dunia pasar.

Kesuksesan tersebut dilihat ketika para konsumen, selain dapat memakai atau menggunakan produk perusahaan, lebih dari itu mereka juga dapat menerima produk perusahaan secara ideologi dan yakin bahwa memakai produk ini adalah suatu prestasi tersendiri. Jadi penekanannya adalah tidak hanya sekedar memakai, tapi memiliki kepatuhan hati untuk menerima produk tersebut.

Hal di atas ada kaitan dengan teori Hegemoni Gramasci dalam dunia politik bahwa pengaruh yang ideal adalah menguasai kelompok tertentu dengan “kepemimpinan moral dan intelektual” secara konsensual agar yang dikuasai mematuhi penguasa dan mampu menginternalisasi nilai-nilai atau norma-norma penguasa serta memberi persetujuan atas subordinasi mereka.

Nah, untuk menjalankan hegemoni Gramsci dalam merebut pasar, maka sebuah perusahaan harus memiliki potensi agar menjadi populer sehingga konsumen dapat memakai dan menerima hasil produksinya. Pemburu pasar pun harus memperbaiki jalinan hubungan sosialnya dengan karyawan atau dengan para buruh pada perusahaanya dan kemudian menularkan hubungan sosila yang baik tersebut kepada masyarakat sebagai konsumen. Selain itu mereka harus sedikit cerdas dalam memposisikan masyarakat. Dan sebaiknya disini masyarkat tidak hanya diposisikan sebagai konsumen saja, melainkan mereka juga diposisikan sebagai mitra atau konsumen pro aktif, sebagai salah satu jalan membangun hubungan sosial dan kedekatan emosional yang baik.

Jadi, prkatek apapun yang dilakukan pemburu pasar dalam mendongkrak popularitas produknya, persaingan sehat tetap dibutuhkan dan menempatkan masyarakat/konsumen sebagai mitra yang pro aktif adalah langkah jitu dalam membangun hubungan sosial yang baik demi mendapatkan hati masyarkat sebagai konsumen dan nantinya akan berimplikasi dimana masyarakat menggunakan produk tersebut dibarengi dengan keyakinan hati bahwa “ memakai produk ini adalah sebuah kepatuhan dan prestasi tersendiri. (Anjaz 2007)

3 Balasan ke Strategi Pasar

  1. dr.EKO MUDI PUTRANTO mengatakan:

    Kosultasi KESEHATAN GRATIS di : http://www.dokter-online.co.nr. Diasuh oleh dokter-dokter yang berpengalaman.

  2. dr.EKO MUDI PUTRANTO mengatakan:

    Konsutasi KESEHATAN GRATIS di : http://www.dokter-online.co.nr. Diasuh oleh dokter-dokter yang berpengalaman

  3. syaiful ma'arief mengatakan:

    kita butuh strategi baru untuk mengadapi krisih gelobal ini, banyak orang yang mengeluh dengan usaha nya……?
    ada kan jalan untuk mereka ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: