JEBAKAN GLOBAL

Mungkin agak berlebihan jika saya mengatakan bahwa suatu masa nanti, sebagian besar penduduk dunia akan dijadikan sirkus oleh sekolompok kecil masyarkat, dalam artian kelompok yang minoritas tersebut akan mengendalikan aktivitas manusia di muka bumi ini. Namun hal tersebut masuk di akal saya setelah membaca sebuah buku yang berjudul “ Jebakan Global” (globalisasi : Serangan Terhadap Demokrasi Dan Kesejahteraan).

Buku yang berjudul asli “Die Globalisierungsfalle Der Angriff Auf Demokratie And Wohlstand” karangan Martin & Schumman tersebut mengeksplorasi meluasnya globalisasi dan kemungkinan akibat-akibatnya bagi kesejahteraan sosial dan demokrasi. Penulisan buku ini dimulai dengan seminar swasta yang dihadiri oleh 500 eksekutif perusahaan, para politisi dan para intelektual terkemuka di Fransisco.

Mereka mendiskusikan masa depan, penilain para pembentuk dunia ini sungguh dahsyat. Para pengusaha besar itu tidak hanya memindahkan produksi dari negeri-negeri industri, tapi mereka juga meramalkan suatu masa depan teknologikal yang memerlukan hanya seperlima tenaga kerja dunia sekarang.

Masyarakat 20:80 ini, dimana 20% dari penduduk cukup untuk menjaga terus berputarnya roda ekonomi dunia dan 80 % orang tanpa pekerjaan itu ditenangkan dengan suatu diet “tittytaiment” setara modern untuk roti dan sirkus-sirkus.

Nasion-nasion kaya hingga kini meluncur kevisi menakutkan itu dengan kecepatan tak terkendali lagi. Berjuta-juta penganggur, ketidak pastian pekerjaan secara besar-besaran, suatu jurang yang makin lebar antara yang dibayar murah dengan yang berkecukupan.

Globalisasi dapat menyatukan dunia, tetapi itu sebuah dunia yang ambruk. Selagi para manajer perusahaan-perusahaan multinasional membuat negara-negara nasion bertekut lutuk dan para politisi melanjutkan terus deregulasi, para orang kaya bersembunyi dalam keamanan ghetto-ghetto mereka dan yang selebihnya mencemaskan keberadaan mereka.

Tetapi demikian Martin dan schumman membantah, kita tidak harus sekedar menjadi tenaga penggerak di dalam suatu dinamika global yang brutal. Kekuatan demokratik dan kesejahteraan ekonomi tidak harus bersaing dengan kemajuan ekonomi dan teknologi. Keutamaan politik atas ekonomi dan perhatian negara mesti dan dapat diperkokoh kembali.

Iklan

3 Responses to JEBAKAN GLOBAL

  1. Dani Iswara berkata:

    jika teknologi (mesin) makin menggantikan manusia..
    manusia ngapain ya.. 😀

    apakah mungkin suatu negara/lingkup yg lbh kecil maju scr teknologi tp tdk sejahtera scr ekonomi..ato sebaliknya?

    kayaknya manusia tinggal duduk berpangku tangan dan akhirnya terebelenggu dengan kebosanan. 🙂 maju secara teknologi tp tak sejahtera secara ekonomi, itu bisa saja terjadi ketika sebuah negara lebih menekankan kemajuan tehknologinya sebagai suatu simbol kekuatan saja, bukan digunkan sebagai uapaya mensejahterakan rakyatnya. misalnya pengembangan teknologi nuklir biasanya hanya digunakan sebagai simbol kekuatan.tapi untuk sebaliknya,agak sulit menemukan fakta, dimana sebuah negara “sejahtera dari segi ekonomi tapi terbelakang tehknologinya”.

  2. Ahmad Dzikir berkata:

    Globalisasi is gombalisasi

    🙂 : ehheheheheh….asyik jg neh, bisa dijelaskan kaitannya dimana?

  3. M Shodiq Mustika berkata:

    Alangkah bagusnya bila Anjaz daftarkan postingan ini di
    http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/
    pada kategori Critical dan kategori lain yang relevan.

    🙂 thankz atas usulaya bro!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: