Buku Firaun untuk SBY

Presiden SBY tak mau menemui Amir Majelis Mujahidin Indonesia Ustad Abu Bakar Ba’asyir di Istana Negara, siang hari ini (Kamis, 22/2). Ba’asyir yang datang bersama rekan-rekannya hanya ditemui oleh stafnya Andi Malarangeng, juru bicara kepresidenan.

Tak ayal, hal itu menimbulkan kekecewaan. Di depan wartawan di muka Istana Negara, Ba’asyir mengungkapkan kekecewaannya.

“Mungkin takut dengan kami, kami sangat menyayangkan. Sebagai seorang Islam, saudaranya mau ketemu untuk tujuan baik bukan cari uang, untuk memperingatkan, kenapa tidak diterima? Mudah-mudahan (Presiden SBY) diberi petunjuk oleh Allah,” ujar Ba’asyir.

Sedianya Ba’asyir akan bertemu SBY untuk menyerahkan surat peringatan setebal 10 halaman. Kata Ba’asyir, kalau mengurus bangsa ini tidak menggunakan syariat Islam, maka Islamnya batal.

“Itu sudah kami peringatkan jauh-jauh hari, tepatnya saat menjelang Pilpres 2004 lalu,” ujar Ba’asyir, seraya mengatakan, kalau mau mengatur suatu Negara, maka orang Islam harus menggunakan hukum Allah.

Kedatangan Bas’ayir juga untuk menyerahkan buku berjudul Musa dan Fir’aun. Buku itu menyebutkan Fir’aun akan muncul lagi dalam wujud Amerika Serikat, dan Musa adalah pejuang Islam.

Dengan menyerahkan buku tersebut, Ba’asyir berharap SBY bias menjadikannya sebagai pedoman. “Barangkali bias menjadi bahan untuk selanjutnya,” tukasnya.

Ba’asyir menegaskan kembali, mengingat SBY orang Islam, maka dia berkewajiban mengatur Negara dengan hukum Islam, dan itu tidak bisa dielakkan. Katanya, tidak bisa mengurus Negara dengan baik, terutama moral masyarakat, kecuali hanya dengan menggunakan hukum Allah. “Contohnya, AS yang begitu besar tidak bisamengatur moral rakyatnya,” tegasnya

(sumber : rakyatmerdeka.com)

Iklan

20 Responses to Buku Firaun untuk SBY

  1. xwoman berkata:

    memang begitu pemerintah kita ngakunya agama A or B cuma status doang, kurang diresapi…

    🙂 ; ia kah? eheeh… ia kok pak sby enggang menemui pak abu bakar baasyir, lagian kalu mau dialog demi masa depan bangsa ini itu kah hal yang bagus.

  2. Carolus Agung berkata:

    Sebagai umat katolik Saya tidak setuju apabila negara ini diatur dengan hukum islam. Negara ini berasaskan Pancasila dan didirikan Tidak Hanya oleh umat islam. Apabila Hukum Islam dipaksakan dinegara ini, saya yakin , justru akan terjadi kekacauan dan kehancuran bagi Indonesia , karena semua elemen non islam yang membangun negeri ini baik itu pengusaha,politisi,pemimpin agama akan memberontak entah itu berjuang membangun negara sendiri atau lari ke negara lain 🙂 just opinion…:)

    🙂 , ia, saya ngerti kok, alasan sperti itu banyak beredar ketika isu syariat islam kembali beredar. tapi yang saya ketahui bahwa kalau syariat islam ditegakkan, itu hanya khusus untuk umat islam saja dan tidak berlaku bagi non islam. selain itu penegakan syariat islam justru akan melindungi umat agama lain dari ancaman orang islam yang tidak bertanggung jawab.

  3. ndarualqaz berkata:

    begitulah kalo seorang pemimpin hanya bertujuan memakmurkan rakyatnya (di dunia). padahal jika benar2 mau memakmurkan rakyatnya, gampang, gunakan aturan Alloh untuk mengatur bangsa ini. begitu kan mas. salam kenal. makasih udah jalan2 ke blog saya. ijin buat tautan

    🙂 : oke teima kasih juga mas,itu adalah harapan sebagian besar umat islam indonesia, dimana syariat islam ditegakkan secara utuh. salam balik dari makassar.

  4. fnkz berkata:

    ‘indonesia emas’ kurang dari 2020.

    amiiiin

    🙂 : ia, semua berharap dan berdoa, tapi kita semua harus berusaha juga!

  5. Carolus Agung berkata:

    Memang pada semestinya syariat islam hanya berlaku bagi umat islam. Namun bila sudah masuk ke dalam hukum dan merubah ideologi negara , itu justru dapat dimanfaatkan orang-orang islam yang “tidak bertanggung jawab” untuk kepentingan golongannya dengan dalih hukum. Alias Politik busuk.

    Satu lagi, menurut saya, Ada yang lebih tinggi daripada agama – yaitu kehendak Allah sendiri. Mengapa ada orang yang merasa lebih suci daripada orang lain , hanya karena dia menganut agama tertentu dan menganggap yang lain adalah kafir ? Allah tahu isi hati setiap manusia dan Allah tahu siapa yang berbuat benar – tanpa melihat siapapun orangnya dan apa agamanya.

    🙂 buat kawan Agung:
    Sejarah penerapan syariat islam yang pernah ditegakkan Rasulullah Muhammad SAW sangat menghargai non muslim. jadi Kalaupun syariat islam diberlakukan di indonesia saya kira akan seperti itu pula.dan dengan sendirinya syariat islam akan membasmi umat islam yang tak bertanggung jawab.
    selanjutnya, bukan hanya anda yang tahu,tapi semua orang beragama juga tahu kalau kehendak Tuhan lebih tinggi daripada agama. Dan mengenai adanya cap “kafir” oleh kelompok tertentu terhadap kelompok lain, itu adalah bentuk fanatisme agama yang disalah gunakan.

  6. Ibnu Umar berkata:

    Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
    Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
    Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
    dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.
    (al-Ikhlas)
    dalil ini jelas hanya ada 1 Tuhan yg berhak disembah dengan benar yaitu Allah SWT. tidak ada anak tuhan dan sebagainya.

    Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat
    (Al fatihah:6-7)
    yg dimaksud (mereka yang dimurkai) adalah Yahudi dan
    yg dimaksud (mereka yang sesat) adalah Nasrani karena telah berlebihan terhadap Isa as. sehingga menjadikannya tuhan

    قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
    Katakanlah: “Hai orang-orang kafir,
    (Alkaafiruun:1)

    saya pernah dengar bahwa Nasrani itu agama bid’ah (mengada-ada)
    DAN sepengetahuan saya, Isa tidak pernah memerintahkan untuk menyanyi digereja (silahkan cari di Kitab anda)

  7. Tia berkata:

    hidup ba’asyir…

    🙂 Kak Tia : 🙂 lain kali kalo berkunjung, torehkan dong puisi2nya! 🙂

  8. helgeduelbek berkata:

    kok sepertinya semua masalah bisa selesai dengan sistem yang diusulkan yah, boleh-lah sebenarnya usulan gitu, cuman pemaksaan kehendak yang kurang pas. peralihan bagusnya harus smoooth.

    🙂 Pak Guru : Barangkali keadaanya tidak seperti itu seandainya Pak SBY mau berdialog dengan Pak Baasyir.Pak SBY seharusnya lebih bijaksana terhadap setiap orang yang mau berdialog dengannya tentang negara kita.jangan ditolak, karena akan memberi kesan yang tidak baik dan bisa menimbulkan perasangka buruk.

  9. mardee berkata:

    Semuanya kita serahkan saja pada pak SBY. Moga2 aja beliau tahu mana yang benar dan mana yang salah. Karena tidak semua yang baek itu benar. Akan tetapi semua yang benar pastilah baek, walaupun kadang kita sulit untuk menerimanya. Kalo soal syariat Islam di negara ini mungkin belum bisa ditegakkan sepenuhnya selama umat Islam sendiri masih terpecah belah.

    🙂 saudara mardee: ia, memang sperti itu karena pak SBY adalah nahkoda kita, tetapi Pak Sby seharusnya merespon dengan baik setiap aspirasi dari masyarakatnya, apalagi kalau hal itu adalah untuk kepentingan bangsa kita juga.bukankah kita berada dalam perjalanan pemantapan demokrasi,dimana setiap aspirasi harus selalu dihargai. atau jangan-jangan memang seperti inilah demokrasi kita, dimana dia “demokrasi” tidak memberi ruang terhadap pengkritiknya.

  10. Ibnu Umar berkata:

    kepala negara adalah cerminan dari rakyatnya…
    kita tahu dizaman sahabat, hanya ada 6 orang terpilih yg berhak menentukan siapa yg menjadi ulil amri,bukan setiap orang seperti yg kita katakan demokrasi. hasilnya bisa kita lihat (Utsman, Ali)
    bandingkan dg demokrasi yg membebaskan setiap orang untuk memilih
    bisa dipastikan yg jahat tentu akan memilih temannya yg jahat pula, yg bodoh juga akan pilih temannya yg bodoh, yg koruptor juga akan pilih temannya yg koruptor
    bisa kita lihat berapa jumlah penduduk Indonesia, bisa dibilag yg bodoh jauh lebih banyak dari yg pandai nah itulah cerminan pemimpin kita, karena yg bodoh tidak akan mungkin memilih yg pintar, lha wong dia ga tau siapa yg pintar
    Wallahu A’lam
    kewajiban kita hanya taat kepada Umara selama tidak diperintahkan dalam kesesatan, dan jangan mencela mereka
    “Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ULIL AMRI di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya (An Nissa:59)”

    🙂 saudara Ibnu Umar : pendapatnya sangat menarik dan meyakinkan karena memiliki dalil, tetapi satu hal yang mungkin perlu digaris bawahi adalah tentang “bisa dipastikan yg jahat tentu akan memilih temannya yg jahat pula, yg bodoh juga akan pilih temannya yg bodoh, yg koruptor juga akan pilih temannya yg koruptor”. menurut saya hal tersebut perlu penelitian untuk membuktikannya,tidak boleh disimpulkan begitu saja,tapi kalau saudara sudah memiliki buktinya tak apa2lah. karena yang saya tahu, islam sangat mngehendaki pembuktian sebelum melakukan atau mengatakan seuatu.

  11. Ibnu Umar berkata:

    itu hanya sebuah wacana. bisa kita persepsikan pada diri kita, jika kita punya teman dan teman itu seorang calon RT atau apalah gitu, otomatis kita akan memilih dia, karena teman kita itulah yg paling kita kenal. sementara kita tidak tahu mengenai calon yg lain sifat watak dsb. itulah yg saya maksudkan dari wacana diatas. itu jika dilakukan secara fair, mungkin kalau ada iming-iming dibelakangnya beda lagi
    wallahu a’lam.

    🙂 : untuk memilih seorang pemimpin, banyak alternatif yang bisa menjadi pertimbangan. bukan cuma faktor ia pintar, atau krena ia teman kita.

  12. […] politik], waktunya bisa dipakai buat demo kedubes amerika atau kegiatan lain sejenis seperti ini misalnya. – buat yang pengen fokus di masyarakat, bisa dipakai buat pemberdayaan , misale [nonggo, […]

  13. papabonbon berkata:

    kok aneh, ada negara yang mendiskriminasi perlakuan hukum bagi warga engara berdasarkan agamanya. setahu saya kalau di tafsir ibnu katsir, kalau syariat islam ditegakkan, maka aturan semacam ini yang akan berlaku :

    Sekalipun dia dilindungi sebagai kafir zimmi, kalau antum baca tafsiran surat At-Taubah ayat 29 itu di kitab Tafsir Ibnu Katsir, maka akan antum dapatkan riwayat bahwa kafir dzimmi itu dalam keadaan yang sangat hina dan sangat terbatas, mereka tidak boleh mendirikan gereja, jika mereka beribadah dan ada kaum muslimin di sekitar mereka, maka mereka tidak boleh bersuara, mereka tidak boleh memukul seorang pun dari kaum muslimin, dan seterusnya.

    🙂 : dapat info baru neh, bro! bisa minta link tetang fakta di atas, kayaknya enak untuk dibaca!

  14. papabonbon berkata:

    1. demokrasi memberi ruang kok, buktinya andi mallarangeng disuruh menemui Pak basyir.

    2. dugaan saya esbeye ndak mau diperlihatkan tampil berkasih mesra bersama orang yg punya stigma teroris. bisa bisa nasibnya kayak amin rais yg sempat kena tuduh bermesra ria dengan jafar umar thalib sebelum laskar jihad berangkat ke ambon.

    🙂 : Pak SBY punya sikap sendiri, tapi sebagai seorang presiden, beliau seharusya tidak menunjukkan sikap seperti itu, kalau beliau tidak mau bertemu dengan pak baasyir karena alasan menjaga citranya, maka saya kira itu adalah alasan buruk bagi seorag kepala negara. dan itu bukan hal yang baik karena justeru akan memperjelek citra pak sby dan akan memunculkan masalah baru.

  15. ali301 berkata:

    sby keliatan banget jaim-nya, gak enak ama AS ya? he he he. maunya PEMILU yad terpilih presiden yg ga punya utang politik dengan partai lain, dia bisa ngasih contoh tegaknya syariat dan meniru sifat2 Rosululloh saw, begitu juga dengan DPR yg terpilih. kalo mereka sudah menerapkan sendiri dengan benar, dan di mata rakyat memang terbukti, rahmatan lil alamin gak udah deket, mudah2an. tapi kalo sebaliknya, yah…nasibmu… Mimpikanlah yg pertama dengan sungguh2, mimpi karena mengharap keridloan Alloh dan akan menjadi Doa kita bersama. bukan mengkhayal lho..

    : iya betul mas, kita butuh pemimpin yang bebas intervensi dari pihak manapun da haya memihak kepada rakyat.

  16. rakhma berkata:

    ya itu adalah betul, kalau negara tidak akan bisa berdiri tegak kalau nggak nurut al qur an . dan itu memang sudah demikian.
    mbok ya indonesia tu nyontoh iran. yg berani nentang AS karena percaya bahwa dirinya tak bersalah! kok indonesia tu ngga salah kalo dikatain salah mau ngakuin aja.

    🙂 ya, dalam satu hal kita salut sama Iran karena mempunyai harga diri, beda dengan bangsa kita yang nyaris menjadi boneka mainan AS.

  17. Heri Heryadi berkata:

    Ga nyangka SBY kayak gitu. untung dulu gak ikut-ikutan milih SBY.. 🙂

  18. shizuka berkata:

    iya yaa….kok muslim tp malu mnjalankan syari’at islam…

    masa karna presiden gengsi nya tinggi amat mo kbarat2an kali yaa

    hmppff…………..

    gmn indonesa mo maju klo pmimpin nya aja sombong gitu,,,

    pdhl smestinya,,,presiden sm dgn klalifah…
    dimana khalifah yg baik itu….mendatangi rakyat nya…
    bukan malah rakyat yg ingin mngunjungi pemimpin nya malah pemimpin cuma mo ktemu sm org tertentu aja….

    yahhhhh mo diapa lg…

    Astagfirullah….

    T_T

  19. wong_edan berkata:

    Mosok ta umat islam dainggep Musa terus USA dianggep Firaun. Piye iki.. bukane.. wong kristen , yahudi juga menghormati Musa……………………………………….. Kenapa sih begitu mudah membenci – menyalahkan pihak lain.. ? Hayoo.. napa…kok gelem geleme dadi sing arane “bonekane USA lah… ? takona karo penggede penggede sing pernah njabat nang negara ini ?…………………………..(katanya pak haji.. guru agama……….pendeta.. KKN ya jalan terus). membangun moral itu sebenarnya nggak sulit kok.. nek sing dadi penduwur ki morale apik sing dadi rakyat juga akan ikutan kok (keteladanan)
    Lha neng piye lha wong rakyate kere, miskin, dha ra nyambut gawe, nganggur………………..hayoooooooooooooooooooooooooooooooooooo……………………

    🙂 wah..aku gak ngerti mas… maklu lahir dan besar di bone (sul-sel)

  20. Zuleykha berkata:

    Saya rasa kurang pantas kalau umat Islam harus egois dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Presiden tidak bisa memaksakan kalau seluruh orang di Indonesia harus ikut hukum Islam karena tidak adil bagi rakyat kita yang berbeda-beda agamanya kalau dipaksa harus tunduk syariat Islam.
    Turuti saja perilaku Rasulullah terhadap rekan-rekannya yang bukan muslim, beliau tidak pernah memaksakan aturannya untuk rekan-rekan atau keluarganya yang non-Muslim. (Biarlah tanggungjawab akidah para non-Muslim kepada Allah SWT, bukan kepada polisi Negara Kesatuan Republik Indonesia)

    Memang kita harus mempunyai seorang pemimpin sesama Muslim yang mau menjalankan syariat Islam, tapi di sini bukan berarti pemimpin itu harus seorang Presiden. Apalagi Presiden bertanggungjawab kepada seluruh rakyat yang majemuk.

    Kita, warga muslim tentu harus mempunyai pemimpin-pemimpin agama yang akan memimpin agama kita dengan baik, (dan bukan pemimpin agama yang penuh arogansi dan memaksakan pendapatnya apalagi bertindak sewenang-wenang).

    saya rasa, yang lebih penting bagi kita adalah memperbaiki ahlak diri sendiri, jangan mempersalahkan orang lain.
    Benarkah Amerika itu Firaun? Hanya Allah yang tahu.

    Lebih baik kita introspeksi diri, benarkah negara kita lebih baik dari Amerika?
    Benarkah rakyat kita sudah punya sistem pemerintahan yang lebih baik dari Amerika?
    Sudahkah sistem jaminan sosial kita lebih baik dari Amerika?

    Sudah bisakah kita berlapang hati dan tidak membunuh orang hanya karena belum sampai padanya Dakwah Islam? Sudahkah terlebih dahulu kita syiarkan Islam pada mereka dengan sabar dan lemah lembut, seperti yang diperintahkan Allah kepada Nabi Musa AS yg bertugas berdakwah pada Fir’aun?

    bersediakah kita Rakyat Indonesia untuk mengambil hal-hal positif dari Negara-Negara lain sebelum kita menghujatnya sebagai negara yang lebih buruk dari kita?
    Presidennya boleh buruk, tapi sistemnya mungkin lebih baik.

    Sudah tahukah saudara Ba’Asyir bahkan kerusakan moral bangsa kita lebih parah daripada Amerika? Kalau saudara pernah tinggal di Amerika, pasti saudara paham …
    Jangan samakan kehidupan dan moral rakyat Amerika asli dengan yang saudara lihat di film Holywood.
    Film itu cuma rekaan supaya boombastis.
    Sama seperti sinetron kita yang berlebih-lebihan.

    —OO—

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: