Kemenangan Buldoser

Tiga tahun terakhir di indonesia kita tercinta penodaan atau penghianatan terhadap humanisme kian membludak, ini adalah era pergulatan antara keserakahan kapitalisme melawan humanisme. Keinginan bos-bos eksekutif  tampaknya tak terbendung lagi meski harus berhadapan dengan darah dan air mata wong cilik.

Hampir di seluruh belahan negeri kita telah terjadi peggusuran, pengrusakan bahkan intimidasi terhadap masyarakat kecil. Boss eksekutif dengan buldosernya membersihkan areal-areal yang mereka anggap strategis untuk kepentingan bisnis, meski areal tersebut dihuni oleh masyarakat kecil untuk bertahan hidup.

Untuk memuluskan kerja buldosernya, para boss eksekutif tersebut menyewa para mafia-mafia berdasi yang haus akan uang. Seakan telah telah terjadi konsfirasi antara boss eksekutif dengan pemda-pemda setempat untuk menyingkirkan segala yang dapat menghambat kerja buldosernya. Jika ada yang melawan maka berhadapanlah robot-robot mereka yaitu Satpol PP. Padahal dikantor mereka terpampang tulisan “Kemanusiaan yang adil dan beradab” sebagai salah satu sila dalam pancasila. Namun lagi-lagi hal itu hanyalah sebuah simbol dan pemenuhan atribut kenegaraan.

Dampak yang ditimbulkan penggusuran tersebut pun sungguh sangat mengerikan; entah berapa anak-anak yang harus kehilangan masa kecilnya, masa yang seharusnya digunakan untuk memulai pendidikan mereka abaikan demi mendapatkan uang untuk sekedar membeli makanan dan membangun rumah. Entah berapa pula orang yang harus dihantui rasa ketakutan karena tidak punya tempat tinggal yang aman, mereka hanya bisa berpindah-pindah tempat layaknya manusia purba yang nomaden. Bukankah negara hadir sebagai penjaga malam saat kita tertidur.

Dilain hal ada kekaguman tersendiri terhadap pemerintah kita, yaitu mereka mampu menyulap indonesia menjadi negara yang kaya akan gedung-gedung tinggi dan taman-taman kota demi menarik investasi para pengusaha luar. Namun mungkin mereka sengaja tidak menyadari bahwa ada hal yang lebih penting dari itu semua, yaitu memenuhi keinginan dan memberdayakan masyarakat demi pencapaian keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.

Hal yang menarik lagi, tak ada partai-partai politik yang membuka mata dan hati terhadap peristiwa tersebut, meski hingga kini parpol menyandang fungsi sebagai penyalur aspirasi dan kepentingan masyarakat. Parpol yang ada hanya berkosentrasi terhadap bagaimana menambah jatah kursinya di dewan dan di kementerian serta usaha memenangkan pemilu 2009.

Demikian halnya dengan LSM yang ada, hingga kini tak sedikitpun dari mereka berani berhadapan dengan bos eksekutif dan mafia berdasi tersebut untuk melindungi masyarakat dari serangan buldoser dan sergapan satpol PP. Entah ini karena kesengajaan mereka atau karena ketidaksadaran mereka karena terlalu disibukkan dengan proyek-proyak dan survei-survei yang bisa menghasilkan uang.

Penggusuran sebenarnya boleh dilakukan, yang penting tak berujung pada penelantaran hak-hak masyarakat yang telah diambil tempat tinggalnya. Pemerintah semestinya memberi tempat yang lebih layak lagi bagi masyarkat kecil untuk memulai usaha agar tidak terjadi kesenjangan yang tinggi antara yang kaya dengan yang miskin. Namun hingga saat ini kenyataan seperti itu masih terlalu dini untuk dimimpikan.

Keyataan-kenyataan di atas sungguh merupakan sebuah penghianatan terhadap kemanusiaan, penghianatan terhadap pancasila dan penghianatan sebagai mahluk yang beragama terhadap Tuhannya. Ini adalah era kemenangan buldoser, era kemenangan boss eksekutif dan mafia berdasi.

Iklan

9 Responses to Kemenangan Buldoser

  1. cakmoki berkata:

    Para penguasa itu (mulai pusat sampai daerah) mungkin sudah tidak memikirkan dampak yang bakalan timbul akibat ulah dan “kebijakannya”.
    Lagi-lagi korbannya rakyat kecil.

  2. oon berkata:

    sawah subur buat bikin pabrik rokok….gila kan? kalo masih waras iya, tapi buat seorang bupati kebumen yang berkerudung untuk membohongi rakyat muslim kebumen agar memilihnya adalah OK-OK saja…memperbolehkan pembangunan pabrik rokok diareal persawahan yang subur adalah biasa…sang bupati + dprd-nya gak ada daya upaya mengarahkan pembangunan tsb kelahan lainnya. yang penting modal + laba usahanya sebagai bupati terpenuhi….yang penting tambah harta, itu yang utama…gak peduli rakyat yang makin susah mendapat beras…lebih kejam dari jaman pki kah? mungkin…tapi itu yang terjadi diindonesia….penguasa sesaat yang sesat…yang penting balik modal + untung.
    kasian alam indonesia, juga rakyatnya 😦

  3. helgeduelbek berkata:

    Lho bukannya buldozer sejak zaman pak harto gak pernah kalah? 🙂

  4. kangguru berkata:

    buldozer plus akal bulus resep buat jadi penguasa

  5. Anjaz berkata:

    🙂 cakmoki :ia pak, para birokrat kita saat ini hanya memikirkan kepentingan pribadinya dan golongannya serta kepentingan orang2 yang menguntungkan buat mereka.

    🙂 oon : wah kayaknya ini merupakan proyek pembangunan untuk mencari keuntungan pribadi. dan kalau kondisinya memang demikian, saya kira iru adalah kebijakan dan proyek yang tak menguntungkan masyarakat banyak.

    🙂 helgeduelbek : iya pak, tapi kalau dulu masih terembunyi aksi buldosernya, beda dengan sekarang, media sudah bebas meliput.

    🙂 Kangguru : yup, it masuk dalam teorinya Machiavelli, bahwa apapun bisa dihalalkan untuk memperoleh dan mempertahankan kekuasaan

  6. peyek berkata:

    Ngeri deh mas, pemimpin kita nih nggak tahu mesti diapain mereka, biar nyadar dan penderitaan rakyat sedikit berkurang.

  7. Nada Taufik berkata:

    Wui baru liat nih blog politik.. boleh dicomot ya kata-katanya.. cocok banget buat script saya di film yang baru

    🙂 : heheehee…masih belajar juga mbak, silahkan….!!

  8. Nada Taufik berkata:

    Wuah biasanya orang-orang politik itu suka dengan bahasa Inggris loh.. research politik dan yang lain-lainnya biasanya kita bisa dapetin malah di web luar kalau di Indonesia masih jarang yang weblognya seperti anda.. hehehe..

    🙂 : Aku jadi tersanjung neh…, tp udah banyak kok teman2 blogger yang mengupas tentang politik.

  9. Nada Taufik berkata:

    hehehe,, iya lagi online masih nyari informasi tentang PKI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: