Koalisi PDIP-Golkar Menuai Berbagai Pendapat

pdip-golkar_1.jpg

Manuver politik yang dilakukan Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golongan Karya (Golkar), Surya Paloh, bersama dengan Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Taufiq Kiemas, mendapatkan perhatian serius dari berbagai kalangan. Sehubungan dengan hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang juga merupakan Ketua Umum DPP Partai Golkar, menyatakan bahwa koalisi yang baru dibentuk tersebut bukan ditujukan untuk pemilihan presiden 2009 kelak. Menurutnya, koalisi tersebut dibentuk hanya dalam kerangka kebangsaan yang bisa dilakukan sewaktu-waktu oleh Golkar dengan partai politik lain.

Selain itu, aliansi dan rencana koalisi PDIPGolkar tidak akan mempengaruhi pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang akan digelar 5 November 2007 terkait dukungan kepada pasangan calon. Koalisi PDIPGolkar tidak akan mempengaruhi jumlah suara pasangan calon yang diusung Partai Golkar sebab Pilkada ini bukan untuk memilih parpol melainkan memilih figur.

Kalla juga menambahkan kendati dalam kehidupan politik sehari-hari Golkar dan PDIP berbeda, namun pihaknya menginginkan agar keduanya tetap bersahabat. Meski PDIP mengusung dirinya sebagai partai oposisi sedangkan Golkar sebagai partai pendukung pemerintah, namun karena keduanya memiliki tujuan kebangsaan yang sama tetap bisa berjalan seiring.

Berkaitan dengan ini, Kalla juga sudah memberi laporan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang pertemuan PDIPGolkar di Medan. Ia bahkan telah melaporkannya beberapa hari sebelum pertemuan tanggal 20 Juni yang membicarakan aliansi dua partai besar itu.

Beberapa tokoh politik ikut angkat bicara saat diminta pendapatnya mengenai koalisi ini. Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Gus Dur, menilai koalisi yang dilakukan PDIPGolkar bukan sebagai ancaman, khususnya bagi PKB. Alasannya, bentuk koalisi itu akan sulit diwujudkan pada tataran praktis, dan hanya sebatas pada tataran ideologis saja. Menurutnya, koalisi itu juga merupakan skenario dalam menghadapi pemilihan presiden 2009 serta bertujuan untuk mempersempit pintu masuk bagi calon presiden dari partai lain.

Menurut pendapat Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Soetrisno Bachir, dirinya mengkhawatirkan pertemuan antara elit PDIP dan Golkar itu hanya membuat polarisasi parpol di Indonesia saja. Akibatnya, suasana perpolitikan di Indonesia kembali terkotak-kotak.

Sedangkan menurut Ketua Fraksi PDIP DPR, Tjahjo Kumolo, pertemuan itu hanya untuk mempertegas komitmen dari kedua partai agar konsisten mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila, dan kemajemukan bangsa dalam setiap keputusan politiknya.

Taufik Kiemas pun mengatakan bahwa Golkar merupakan partai yang memiliki ideologi yang sama dengan PDIP yakni tetap mempertahankan Pancasila dan UUD 1945. Alasan inilah yang menjadikan dasar atas koalisi.

Namun demikian, tujuan pertemuan dua parpol besar itu selain terkait dengan pilpres 2009, ternyata juga untuk mengawal paket pembahasan RUU Politik di DPR. Karena dalam RUU itulah, aturan main mengenai parpol dan pilpres legislatif akan diatur. Menurut Tjahjo, dalam paket UU Politik, PDIP akan mengusulkan perlunya satu partai mencalonkan presiden dan wakilnya sekaligus.

Sumber:

http://www.antara.co.id/

http://www.detiknews.com/

http://www.republika.co.id/

http://www.kompas.com/

http://www.media-indonesia.com/

http://www.forum-politisi.org

Iklan

3 Responses to Koalisi PDIP-Golkar Menuai Berbagai Pendapat

  1. kawansyam berkata:

    aha! Golkar rupanya satu ideologi dengan Golkar. Pantessss… 😀

  2. farchan berkata:

    apabila terjadi kualisi antara pdip dan golkar artinya bukan kepada ketua umum yusup kala sebagai pengendali kegiatan dalam melakukan keputusan semata – mata melihat kelayakan seorang figur surya paloh yang sepertinya mempunyai idealis yang menggambarkan jas merah.

  3. Anwar Ashari berkata:

    Semoga koalesi ini akan mengantar Indonesia menjadi jaya, jangangan untuk menggalang kekuatan oposisi.
    Oleh penulis buku: 40 Hari Di Tanah Suci.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: